Skoliosis merupakan kondisi ketika tulang belakang mengalami kelengkungan ke samping dan perubahan bentuk dalam tiga dimensi. Kondisi ini cukup sering ditemukan pada masa pertumbuhan, terutama pada anak dan remaja.
Namun, masih banyak anggapan tentang skoliosis yang beredar di masyarakat. Mulai dari kebiasaan duduk, penggunaan tas sekolah, hingga anggapan bahwa semua skoliosis pasti membutuhkan operasi.
Padahal, tidak semuanya benar.
Berikut 5 mitos skoliosis yang masih sering dipercaya dan fakta di baliknya.
1. Duduk Membungkuk atau Miring Menyebabkan Skoliosis
MITOS.
Kebiasaan duduk membungkuk atau duduk dengan posisi miring tidak terbukti menjadi penyebab skoliosis struktural.
Postur yang kurang baik memang dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman, menyebabkan ketegangan otot, atau membuat seseorang terlihat tidak simetris untuk sementara. Namun, hal tersebut berbeda dengan skoliosis struktural.
Skoliosis perlu dinilai melalui pemeriksaan medis untuk mengetahui apakah memang terdapat kelengkungan tulang belakang dan seberapa besar derajat kelengkungannya.
Jadi, jangan langsung menyimpulkan seseorang mengalami skoliosis hanya karena sering duduk membungkuk.


2. Membawa Tas yang Berat Menyebabkan Skoliosis
MITOS.
Membawa tas yang terlalu berat dapat membuat bahu dan punggung terasa pegal atau nyeri, terutama jika digunakan dalam waktu lama atau tidak dibawa dengan posisi yang nyaman.
Namun, tas berat bukan penyebab utama skoliosis idiopatik.
Meski begitu, orang tua tetap perlu memperhatikan cara anak membawa tas. Gunakan kedua tali tas secara seimbang, atur beban sesuai kemampuan anak, dan hindari membawa barang yang tidak diperlukan.
Dengan begitu, punggung tetap lebih nyaman selama beraktivitas.
3. Kalau Mengalami Skoliosis, Pasti Sakit Punggung
MITOS.
Tidak semua orang dengan skoliosis mengalami nyeri.
Pada anak dan remaja, skoliosis bahkan dapat ditemukan tanpa adanya keluhan apa pun. Perubahan bentuk tubuh justru terkadang menjadi tanda pertama yang terlihat.
Beberapa tanda yang dapat diperhatikan antara lain:
- Tinggi bahu terlihat tidak sama.
- Salah satu sisi pinggang tampak lebih menonjol.
- Salah satu tulang belikat terlihat lebih menonjol.
- Posisi tubuh tampak tidak simetris.
- Saat membungkuk, salah satu sisi punggung terlihat lebih menonjol.
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.


4. Skoliosis Hanya Terjadi pada Perempuan
MITOS.
Skoliosis dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan.
Namun, pada adolescent idiopathic scoliosis atau skoliosis idiopatik pada remaja, kurva yang lebih besar dan berisiko mengalami progresivitas lebih sering ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Artinya, anak laki-laki juga tetap perlu diperhatikan jika menunjukkan tanda-tanda skoliosis.
Terutama pada masa pertumbuhan, perubahan bentuk tubuh dapat berkembang cukup cepat sehingga pemantauan menjadi penting.
5. Semua Skoliosis Harus Dioperasi
MITOS.
Tidak semua skoliosis membutuhkan operasi.
Penanganan skoliosis ditentukan berdasarkan beberapa faktor, seperti:
- Besarnya kurva tulang belakang.
- Usia pasien.
- Sisa pertumbuhan.
- Risiko kurva mengalami progresivitas.
- Kondisi dan keluhan pasien.
- Respons terhadap penanganan yang diberikan.
Pada kondisi tertentu, pasien mungkin cukup menjalani pemantauan secara berkala. Pada pasien yang masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki indikasi tertentu, penggunaan brace dapat menjadi salah satu pilihan. Latihan khusus skoliosis juga dapat menjadi bagian dari program rehabilitasi sesuai kondisi pasien.

Jangan Sampai Salah Memahami Skoliosis
Mitos tentang skoliosis memang mudah ditemukan, terutama di media sosial dan percakapan sehari-hari. Namun, setiap kasus skoliosis dapat memiliki kondisi dan kebutuhan penanganan yang berbeda.
Jika Anda atau anak menunjukkan perubahan bentuk tubuh yang mengarah pada skoliosis, sebaiknya jangan langsung mengambil kesimpulan berdasarkan penampilan saja.
Pemeriksaan oleh tenaga medis dapat membantu menentukan apakah benar terdapat skoliosis, seberapa besar kelengkungannya, serta langkah penanganan yang sesuai.
Kenali faktanya, jangan hanya percaya mitosnya.
Jika memiliki pertanyaan mengenai skoliosis, Anda dapat berkonsultasi dengan tim Prospine Clinic untuk mendapatkan pemeriksaan dan edukasi yang sesuai dengan kondisi Anda.

