Menjalankan ibadah puasa bukan berarti seseorang harus menghentikan aktivitas fisik sepenuhnya, termasuk latihan atau exercise untuk penderita skoliosis. Justru, latihan yang tepat tetap diperlukan untuk menjaga kekuatan otot, fleksibilitas tulang belakang, serta membantu memperbaiki postur tubuh.
Namun, selama bulan puasa penting untuk memperhatikan waktu dan intensitas latihan, agar tubuh tetap nyaman dan tidak mengalami kelelahan atau dehidrasi.
Exercise Skoliosis Sebelum Buka Puasa
Melakukan exercise ringan sebelum berbuka puasa masih diperbolehkan, terutama jika latihan yang dilakukan memiliki intensitas rendah. Biasanya latihan ini berupa stretching, breathing exercise, atau latihan mobilitas tulang belakang.
Durasi latihan juga sebaiknya tidak terlalu lama, sekitar 10–15 menit saja. Keuntungan melakukan latihan sebelum berbuka adalah setelah selesai berolahraga, tubuh dapat segera mendapatkan asupan cairan dan nutrisi saat waktu berbuka tiba, sehingga membantu mencegah dehidrasi.
Exercise Skoliosis Setelah Buka Puasa
Banyak ahli menyarankan bahwa latihan setelah berbuka puasa seringkali menjadi pilihan yang lebih ideal. Hal ini karena tubuh sudah kembali mendapatkan energi dari makanan dan cairan, sehingga otot dan sendi lebih siap untuk bergerak.
Namun, sebaiknya latihan tidak langsung dilakukan setelah makan. Beri jeda sekitar 30–60 menit agar proses pencernaan berjalan dengan baik dan tubuh lebih nyaman saat berolahraga.

Pilih Latihan yang Aman dan Terukur
Bagi penderita skoliosis, latihan yang dilakukan saat puasa sebaiknya tetap fokus pada gerakan yang ringan dan terkontrol, seperti:
– stretching tulang belakang
– breathing exercise
– latihan stabilitas otot inti (core stability
– latihan koreksi postur
Hindari latihan dengan intensitas tinggi yang dapat membuat tubuh cepat lelah, terutama ketika kondisi sedang berpuasa.
Konsultasikan Program Latihan yang Tepat
Setiap kondisi skoliosis memiliki tingkat kelengkungan dan kebutuhan terapi yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk melakukan latihan yang sesuai dengan rekomendasi dokter atau fisioterapis di Prospine Clinic agar latihan yang dilakukan tetap aman dan efektif.

