Jl. Kahuripan 7, SBY | Ruko Sutera Niaga I/66, Serpong - TGR
blog img

Skoliosis adalah permasalahan tulang belakang yang sering menimpa remaja, salah satu bentuk kelengkungannya adalah tulang belakang berbentuk C. Ini adalah kondisi kelengkungan tulang belakang yang dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan kenyamanan saat beraktivitas. Bagi remaja dan dewasa muda yang gemar bermain basket atau futsal, skoliosis sering menjadi kekhawatiran. Apakah aman untuk tetap aktif di olahraga ini? Apakah ada risiko yang perlu diperhatikan? Artikel ini akan membahas cara bermain basket dan futsal dengan aman bagi penderita skoliosis C serta bagaimana penggunaan brace skoliosis dapat membantu.

Tantangan Bermain Basket & Futsal dengan Skoliosis C

Keinginan kita untuk terus bermain Basket dan Futsal selain hobi adalah juga karena permainan ini menyehatkan badan, bagi penderita skoliosis C, ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai:

  • Ketidakseimbangan tubuh – Skoliosis C menyebabkan beban tubuh tidak merata, sehingga keseimbangan saat bergerak atau melompat bisa terganggu.
  • Risiko cedera – Tekanan berlebih di satu sisi tubuh dapat meningkatkan risiko cedera otot atau sendi, terutama di punggung dan lutut.
  • Nyeri otot dan punggung – Aktivitas intens seperti berlari dan menendang bola dapat memicu ketegangan di punggung bawah.
  • Penurunan fleksibilitas – Skoliosis bisa membatasi gerakan tubuh, sehingga pemain mungkin merasa kurang leluasa saat menggiring bola atau melompat.

Namun, ini bukan berarti penderita skoliosis C harus berhenti bermain basket atau futsal. Dengan teknik yang benar dan perawatan yang tepat, olahraga ini masih bisa dinikmati dengan aman.

Tips Bermain Basket & Futsal dengan Aman

Agar tetap bisa bermain tanpa memperburuk kondisi skoliosis, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Fokuskan Pemanasan ke Bagian-bagian penguatan Otot Core
    • Lakukan pemanasan dinamis seperti rotasi pinggang dan peregangan punggung sebelum bermain.
    • Latihan penguatan core seperti plank dan bridge dapat membantu menstabilkan tubuh.
  2. Perhatikan Teknik Berlari & Melompat
    • Saat berlari, pastikan setiap langkah kita stabil dan tidak terlalu membebani satu sisi tubuh.
    • Saat kita hendak shooting bola maupun heading, pastikan ketika kaki mendarat dengan rata untuk menghindari tekanan berlebih di satu sisi.
  3. Gunakan Sepatu yang Kokoh serta Menyerap Guncangan
    • Pilih sepatu olahraga dengan bantalan yang baik untuk mengurangi tekanan pada punggung dan sendi.
    • Hindari sepatu yang terlalu rata atau keras karena bisa memperburuk postur tubuh.
  4. Lakukan Stretching Setelah Bermain
    • Setelah bermain, lakukan peregangan statis seperti child’s pose dan cat-cow untuk mengurangi ketegangan di punggung.
    • Peregangan dan Yoga ringan juga bisa membantu menjaga fleksibilitas otot dan mengurangi nyeri setelah aktivitas fisik.

Bagaimana Brace Skoliosis Bisa Membantu?

Selain menjaga postur kita dari aktivitas berolahraga di atas, penggunaan brace skoliosis dapat menjadi solusi bagi penderita skoliosis C yang ingin tetap aktif berolahraga. Berikut manfaatnya:

  • Menjaga postur tubuh lebih stabil – Brace membantu mengurangi kemiringan tubuh yang bisa memengaruhi keseimbangan saat berlari atau melompat.
  • Mengurangi tekanan berlebih di satu sisi tubuh – Brace membantu mendistribusikan beban dengan lebih merata sehingga mengurangi risiko nyeri atau cedera.
  • Dapat digunakan di luar lapangan – Meskipun tidak dipakai saat bertanding, brace bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari untuk mencegah kelengkungan bertambah.
  • Mendukung proses terapi skoliosis – Brace yang sesuai dengan kondisi tubuh dapat membantu memperlambat perkembangan skoliosis, terutama bagi remaja dalam masa pertumbuhan.

Salah satu Brace yang cocok dengan kondisi ini adalah seperti TriaC Brace yang ProSpine Clinic sediakan. Brace ini bersifat semi-kaku jadi bisa menyesuaikan tubuh skolioser tetapi di satu hal tetap membantu menjaga postur kita.

Kesimpulan 

Memiliki skoliosis C bukan berarti kita harus stop bermain basket atau futsal. Dengan teknik yang benar, pemanasan yang tepat, dan penggunaan brace skoliosis yang sesuai, penderita skoliosis masih bisa aktiv melakukan olahraga favorit mereka dengan aman. Yang terpenting adalah memperhatikan selalu kondisi postur kita sebelum bermain, saat bermain dan setelah bermain.

ProSpine Clinic menyediakan layanan konsultasi skoliosis serta brace skoliosis yang disesuaikan untuk membantu kamu tetap aktif tanpa mengorbankan kesehatan tulang belakang. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jadwalkan sesi konsultasimu hari ini!

Leave a Reply

Chat kami
Apa yang bisa kami bantu?